Skip to main content

Menjadi Seorang Hamba Tuhan


Design by kiwijenn
(dikhotbahkan oleh  Pdt. Rudy Immanuel Ririhena, pada ibadah Minggu Sore, 19 Januari 2020, di GPIB Martin Luther, ditulis ulang dengan bahasa sendiri oleh Santi Helena)

Pada ibadah sore tadi, pendeta yang melayangkan Firman adalah Pendeta Rudy Immanuel Ririhena. Beliau merupakan Ketua Majelis Jemaat GPIB Martin Luther. Sekarang ini saya akan menceritakan ulang dengan bahasa saya isi khotbah dari Bapak Pendeta. Kotbah hari ini diambil dari Yesaya 49:1-7. Kita baca dulu ayat per ayat ya.

Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa
49:1 Dengarkanlah  aku  , hai pulau-pulau,   perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil  aku   sejak dari kandungan   telah menyebut namaku   sejak dari perut ibuku. 
49:2 Ia telah membuat mulutku   sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya.  Ia telah membuat aku menjadi anak panah  yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
 49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku,  Israel  , dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.  
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma  , dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia  dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN  dan upahku  pada Allahku. 
49:5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan  untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya , dan supaya Israel  dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan  di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku  --,firman-Nya: 
49:6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku,  untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara.   Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang  bagi bangsa-bangsa   supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi . "
 49:7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel,  Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan   orang, kepada dia yang dijijikkan   bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja   akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah,   oleh karena TUHAN yang setia  oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih  engkau."






Bagi seorang lansia yang menjadi kebahagiaan baginya adalah ketika melihat anak dan cucunya sukses. Suatu hari ada seorang anak yang duduk di kelas 2 SMP. Mama papanya sibuk bekerja sehingga ia diasuh oleh oma dan opanya. Suatu hari sepulang sekolah, ia berlari ke dalam rumah menemui oma dan opanya. Dengan penuh sukacita, ia mengatakan bahwa ia akan menjadi utusan sekolahnya untuk mengikuti kompetisi debat bahasa Inggris. Oma dan Opanya sangat bangga, bahagia ketika mendengar bahwa cucunya menjadi utusan sekolahnya.

Berbicara tentang utusan, perikop hari ini juga tentang utusan. Nabi Yesaya merupakan utusan Tuhan yang sudah Tuhan persiapkan dari sejak dalam kandungan ibunya (ayat 1). Menjadi seorang utusan Tuhan bukanlah perkara mudah. Ia harus dibentuk terlebih dahulu hingga waktu yang tepat ia menjadi seorang utusan Tuhan. Bagaimana respon Yesaya ketika ia dipanggil? Apakah ia mengelak? Mari kita lihat di Yesaya 6:8 “Lalu aku mendengar suara  Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?  " Maka sahutku: "Ini aku,  utuslah aku!"

Respon Yesaya terhadap panggilan Tuhan ialah langsung bersedia. Ia tidak berkata ia sibuk, tidak punya waktu dan mencari alasan-alasan lain. Ia menjawab sepenuh hatinya. Ada dorongan kuat dan motivasi yang kuat dari dalam hatinta,

Bagaimana dengan kehidupan Saudara? Yakinkah kamu bahwa sedari kamu dalam kandungan orang tuamu, Tuhan juga telah memanggilmu? Apakah kamu percaya bahwa Tuhan juga sudah membentuk Saudara dari dalam kandungan? IA tahu kelak Saudara akan menjadi apa, talenta Saudara apa. Pertanyaannya apakah responmu terhadap panggilan-NYA?

Nabi Yesaya diutus oleh Tuhan kepada bangsa Israel yang pada saat itu berada di dalam pembuangan Babel. Ia menyerukan pertobatan sekaligus pengharapan yang Tuhan sampaikan bagi bangsa Israel. Fakta bahwa akan ada seorang hamba Tuhan yang kehadiran-NYA sudah dipersiapkan dan dibentuk oleh Allah Bapa. Hamba itu akan memiliki mulut tajam dan akan mengembalikan kehidupan bangsa Israel menjadi bangsa yang takut akan Tuhan sehingga Allah Bapa akan menerima hormat dan kemuliaan. Siapakah hamba Tuhan yang dimaksud? Dialah Tuhan Yesus.

Hamba Tuhan adalah seseorang yang Tuhan percaya dan yang akan menjadi mulut Tuhan. Dalam perikop ini apa sajakah yang menjadi tugas dari hamba Tuhan?

Pertama, melalui mulut tajam, hamba Tuhan menceritakan dan bersaksi tentang Tuhan. Ia harus menyatakan keagungan Allah. ( ayat 3)

Kedua, hamba Tuhan melakukan pemulihan dan perubahan dari diri sendiri maupun sekitar yang akan berdampak pada pembaharuan bangsa- bangsa. Sehingga seluruh bangsa akan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.  (ayat 5)

Ketiga, menjadi terang. Dengan menjadi contoh dan teladan, kita dapat menjadi terang bagi banyak orang. (ayat 6)

Maukah kamu menjadi hamba Tuhan?
Maukah kamu menjadi utusan-NYA?
Selamat hari Minggu
Tuhan Yesus memberkati


Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

2 Raja-Raja 23:17-18
(ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!"
(ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu.
Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang yang di kuburan tersebut. Namu…

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang, sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berharap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.  Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan. Buku in…

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11

Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit.

Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita?
1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang sama.
2. Malas bangun pagi. Ini be…