Skip to main content

Orang-Orang Majus dari Timur

Gambar: https://www.pngdownload.id/png-rxagiw/
                                             
(dikhotbahkan oleh  Pdt. Frida Theodora Kapoh- Sambuaga, pada ibadah Minggu Sore, 5 Januari 2020, di GPIB Martin Luther, ditulis ulang dengan bahasa sendiri oleh Santi Helena)



Pada ibadah sore tadi, pendeta yang melayangkan Firman adalah Pendeta Frida Theodora Kapoh-Sambuaga. Beliau merupakan pendeta GPIB non Organik. Saat ini saya akan menceritakan ulang dengan bahasa saya isi khotbah dari Ibu Pendeta, karena menurut saya bagus untuk kita dapat pelajari dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Khotbah hari ini diambil dari Matius 2: 1-6 . Kita baca dulu ayat per ayat ya.

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea  pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus  dari Timur ke Yerusalem

 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi   yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya   di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat  bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem  di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel. "

Hal pertama yang dibahas setelah membaca perikop ini adalah “Siapakah Herodes?”Herodes atau yang disebut juga Herodes Agung, adalah seorang raja yang berkuasa di Yudea pada saat itu. Ia seorang raja yang jahat, bengis, juga culas. Ia juga dikenal sebagai boneka pemerintahan Romawi, karena ia akan melakukan segala hal untuk dapat mempertahankan kekuasaannya di Yudea. Kenapa ia terkenal bengis dan jahat? Karena ia memerintahkan membunuh semua anak laki-laki di Betlehem karena khawatir kedudukannya akan diambil oleh “Sang Raja”.  Namun sebelum kejadian itu, ia juga bahkan tega membunuh istrinya bernama Doris dan anak laki-laki satu-satunya, supaya ia dapat menikah Mariamne yang saat itu masih remaja dan berasal dari penguasa Yudea. Ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Nah.. sekarang kita beralih ke orang-orang majus dari timur. Ada beberapa teori nih yang mengatakan siapa sih orang majus yang ditulis dalam Alkitab? Ada yang berkata bahwa sebenarnya tidak hanya tiga orang majus yang sedang mempelajari bintang. Ada teori yang berkata 12 orang, ada juga yang empat orang, dan yang terkenal yaitu tiga orang. Tiga orang tersebut adalah Melkior, Kaspar dan Baltasar yang berhasil mendatangi Tuhan Yesus ketika lahir. Ada juga terori yang mengatakan bahwa sebenarnya jumlahnya ada empat orang, tetapi satu orang menyasar dan baru kemudian bertemu Tuhan Yesus ketika Tuhan Yesus sudah dewasa. Mereka ini sebenarnya orang-orang yang ingin berkuasa di Persia, namun kalah dalam persaingan politik dan akhirnya memutuskan untuk menjadi cendikiawan. Mereka orang yang pintar, ahli astronomi, pintar membaca bahasa bintang, ahli herbal dan bahkan disebut ahli nujum karena jago menafisrkan mimpi. Alkitab tidak mencatat secara detail siapa orang majus tersebut karena memang lebih menekankan peran mereka terhadap peristiwa kelahiran Tuhan Yesus.

Nah orang-orang majus ini sebenarnya tidak mengenal Allah. Kalau bahasa sekarang sih, orang Kafir. Mereka memiliki kepercayaan sendiri, kalau yang saya cek di Wikipedia, kepercayaan Zoroaster. Entah bagaimana kisahnya, dari mereka mempelajari astronomi, mereka akhirnya mengikuti bintang yang menunjuk kepada kelahiran Sang Raja, yaitu Tuhan Yesus. Menarik bahwa karunia mereka membaca bintang, dapat membawa mereka pada perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pada saat perjalanan mereka mengikuti Bintang tersebut, mereka menjumpai Herodes. Mereka bertanya kepada Herodes dan hal itu membuat Herodes gelisah.

Mereka tidak mengenal Allah, tapi mereka benar-benar mengikuti petunjuk Allah yang membawa mereka kepada perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Mereka taat pada Sang Bintang.  Ketika bertemu, mereka langsung bersujud di hadapan Sang Raja.  Tidak hanya itu, mereka juga mempersembahkan milik mereka yaitu emas, kemenyan dan mur. Suatu simbol bahwa mereka membuka kepemilikan hidup mereka kepada Sang Raja. Bagaimana dengan kita? Saat kita ke gereja, apakah hati kita benar-benar tertuju kepada Tuhan? Apakah kita benar-benar mau taat pada petunjuk-NYA dan memberikan segala kepemilikan hidup kita kepada-NYA?

Ada dua hal lagi yang dapat kita pelajari dari bacaan Alkitab Matius 2.
Mari kita perhatikan Matius 2:7-8 

"Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."




Satu lagi sikap Herodes dari ayat ini, yaitu beda di mulut, beda di hati. Di depan kepala menunduk, di belakang hati menanduk.  Hati-hati dengan pemimpin yang seperti ini ya. Jangan juga kita jadi pemimpin atau orang yang berkarakter seperti ini. Herodes juga berani membunuh anak-anak laki-laki di Betlehem setelah orang-orang Majus tidak kembali kepadanya. Mungkin yang ada sekarang bukan lagi yang membunuh nyawa, tapi dengan pembunuhan karakter, bersilat lidah dan memanipulasi kata-kata.

Terakhir yang dapat kita pelajari adalah orang-orang majus ini juga peka terhadap petunjuk Allah. Hal ini dapat kita ketahui dari Matius 2: 12 

dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain”. 

Mereka peka dan taat terhadap peringatan Allah. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga peka terhadap teguran dan peringatan Allah? Apakah kita mau taat pada teguran-NYA?

Selamat Hari Minggu.
Tuhan Yesus Memberkati


Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

Good and Wrong 2 Raja-Raja 23:17-18 (ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!" (ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang y

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang ,   sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berhar ap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.   Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Copyright: solomnikov Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11 Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit. Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita? 1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang