Skip to main content

Percaya Sepenuhnya


Setiap malam, saya dan suami saya sebisa mungkin menyempatkan diri untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Biasanya kami membahas Firman yang kami baca dan saya menuliskan renungannya. Selalu ada hal baru yang kami terima setiap membaca Firman-NYA. Ada kalanya kami dikuatkan, dihibur atau bahkan ditegur. Kami memiliki kerinduan untuk membagikannya bagi banyak orang. Tujuannya sederhana saja, agar tidak hanya kami yang dikuatkan, dihibur dan ditegur. Selamat membaca. Semoga menjadi berkat.


Renungan kami malam ini diambil dari kitab Matius 8:27-31 dan renungan ini saya beri judul “Percaya Sepenuhnya”.
Ingat cerita tentang Yesus menyembuhkan dua orang buta? Sewaktu mereka berseru dan berkata " Kasihanilah kami, Anak Daud" (ayat 24),
Tuhan Yesus tidak serta merta menjawab permohonan mereka.

Kita lihat kemudian apa yang kedua orang buta itu lakukan.
Mereka mengikuti Yesus ke dalam sebuah rumah. Ada perasaan kuat dari kedua orang buta ini bahwa mereka akan beroleh kesembuhan dari Tuhan Yesus.
Mereka tidak menyerah meski seolah-olah Tuhan Yesus tidak merespon mereka.





Selanjutnya adalah Tuhan Yesus akhirnya bertanya pada mereka "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya? " (ayat 28).
Nah, ini yang Tuhan Yesus ingin lihat. Apakah mereka mempunyai iman. Ketika mereka menjawab "Ya Tuhan, kami percaya",
Tuhan Yesus menjamah mata mereka dan mereka pun dapat melihat kembali" .

Seringkali dalam kehidupan kita, kita membutuhkan pertolongan Tuhan.
Kita menginginkan kesembuhan, merindukan kehadiran seorang anak, mengharapkan pasangan hidup, terbebas dari kepahitan dan berbagai pergumulan hidup lainnya.
Namun, apakah kita benar-benar percaya bahwa Tuhan Allah bisa menolong kita?
Atau justru kita berpikir Tuhan tidak merespon kita dan merasa Tuhan terlalu lamban menjawab pergumulan kita.
Mari kita meneledani sikap kedua orang buta tersebut. Sungguh-sungguh menginginkan Pertolongan-NYA. Sungguh-sungguh mempercayai-NYA.
Dalam masa penantian ini, anggaplah sebagai ujian untuk meningkatkan imanmu dan menggantungkan harapan pada-NYA.

Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

Good and Wrong 2 Raja-Raja 23:17-18 (ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!" (ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang y

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang ,   sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berhar ap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.   Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Copyright: solomnikov Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11 Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit. Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita? 1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang