Skip to main content

Bersyukur

Give thanks by Tatiana Vasilyeva
Hari ini, saya membawakan renungan pagi hari bersama anak-anak murid saya di sekolah. Murid-murid saya masih berumur 5-6 tahun. Renungan kami hari ini tentang Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang berpenyakit kusta dan hanya ada satu orang yang menangis karena syukur telah sembuh dan kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterimakasih. Meski cerita ini sudah mereka dengar dari mereka Toddler Class, saya bersyukur melihat mereka masih antusias mendengar cerita ini, masih bertepuk tangan ketika cerita Alkitab selesai diutarakan.
Jadi tema renungan kami pagi tadi adalah “bersyukur”. Setelah renungan, kami duduk melingkar bersama-sama dan saya berkata kepada mereka bahwa kami akan mengambil waktu sejenak untuk bersyukur. Saya akan melempar bola kepada seorang anak dan anak tersebut harus berpikir tentang apa yang membuat bersyukur.

Jawaban masing-masing anak berbeda.




Ada yang berkata bersyukur untuk Ms. Santi (ini saya tadi lupa tanya kenapa dia bersyukur atas saya, hehehe.. jadi Senin mungkin akan saya tanyakan)

Bersyukur untuk mama yang selalu memasak setiap hari dan papa yang pergi kerja untuk membayar sekolah (ini saya agak terharu mendengar jawabannya karena saya tahu keluarga ini benar-benar berusaha supaya bisa tetap sekolah di tempat kami)

Bersyukur untuk guru-guru yang selalu mengajari

Bersyukur untuk Tuhan karena selalu menjaga di kegelapan sehingga tidak takut lagi

Bersyukur untuk mama, papa dan adik

Bersyukur untuk kakak karena selalu sayang dan mau berbagi

Bersyukur untuk apartemen yang ada kolam renangnya

Bersyukur untuk salah satu temannya, dia menunjuk dan menyebutkan nama temannya.  Temannya tersipu malu ketika ada orang lain yang bersyukur atasnya. Saya belajar sesuatu dari anak ini. Dia dengan rendah hati mau mengapresiasi kebaikan temannya, dan temannya merasa jauh lebih baik karena dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Bersyukur untuk Holy Spirit/ Roh Kudus karena selalu menuntun (hebat ya murid lima-enam tahun saya bisa peka untuk bersyukur atas Roh Kudus)

Bersyukur untuk gerejanya karena disana dapat mendengar cerita Alkitab

Bersyukur kepada Tuhan karena telah menciptakannya.

Diantara list ucapan syukur, yang mana kita para dewasa ini sering lupa untuk bersyukur? Kalau saya sering lupa bersyukur karena Tuhan menciptakan saya. Kalau kamu? Sudahkah kamu bersyukur hari ini?






Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

Good and Wrong 2 Raja-Raja 23:17-18 (ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!" (ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang y

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang ,   sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berhar ap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.   Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Copyright: solomnikov Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11 Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit. Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita? 1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang