Skip to main content

Bertindak Benar




Good and Wrong


2 Raja-Raja 23:17-18

(ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!"

(ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu.

Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”.
Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang yang di kuburan tersebut. Namun, Yosia memutuskan untuk tidak menghancurkan dan  membakarnya. Ada apa dengan kuburan dan tulang-tulang tersebut?

Mari kita baca nubuatan tentang hal ini di 1 Raja-Raja 13:21-32
Ternyata kuburan itu adalah kuburan abdi Allah yang datang dari Yehuda kepada Raja Yerobeam yang pada saat itu memerintah Israel. Abdi Allah itu mengatakan bahwa altar-altar dan mezbah yang Yerobeam bangun akan dihancurkan (dan akhirnya tergenapi pada masa pemerintahan Yosia). Yerobeam tidak mau mendengar dan marah pada abdi ini. Hingga pada akhirnya, tangan Yerobeam kaku dan tidak bias digerakan. Yerobeam kemudian bertobat (meski jika membaca lebih lanjut, bertobatnya hanya sesaat) dan akhirnya tangannya sembuh. Namun, bagaimana kisah abdi Allah ini? Ia akhirnya meninggal karena ajakan makan seorang nabi tua. Abdi Allah ini sebelumnya sudah dilarang untuk makan dan minum di tempat itu, namun ia melanggar. Ia akhirnya meninggal diserang oleh seekor singa dan mati diterkam.
Yang menarik adalah bahwa Yosia peka terhadap tanda keramat yang ada pada kuburan tersebut. Dari jaman Yerobeam ke jaman Yosia membutuhkan waktu 200 tahun untuk menggenapi Firman Tuhan yang abdi Allah itu sampaikan, yakni altar dan mezbah kafir akan dihancurkan.




Tidak hanya peka, namun Yosia juga memiliki hikmat yang bersumber dari Allah. Hikmat dari Allahlah yang memampukan dia memberi perintah supaya kuburan tersebut tidak dihancurkan. Ia memilih untuk tidak membabi buta ketika menghancurkan mezbah-mezbah yang didirikan oleh raja sebelumnya. Ia tetap memiliki self control. Hikmat dari Tuhan juga memampukannya untuk melakukan hal yang benar.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang, sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berharap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.  Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan. Buku in…

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11

Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit.

Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita?
1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang sama.
2. Malas bangun pagi. Ini be…