Skip to main content

Bertobat dan Berubah

Raja Yosia - sumber: wikipedia


2 Raja-raja 23:11-14

Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah TUHAN, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api. (23:11)


Mezbah-mezbah, yang ada di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, yang dibuat oleh raja-raja Yehuda, dan mezbah-mezbah, yang dibuat Manasye di kedua pelataran rumah TUHAN, dirobohkan oleh raja, dan diremukkan di sana, lalu dicampakkannya abunya ke sungai Kidron.  (23:12)

Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja.  (23:13)


Ia memecahkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, lalu ditimbuninya tempat-tempat itu penuh dengan tulang-tulang manusia.  (23:14)

Seorang pekerja ditegur oleh atasannya karena lalai dalam pekerjaannya. Ketika atasannya memanggil, pekerja itu menghadap dengan kepala menunduk. Ia mendengarkan dengan seksama teguran atasannya, sesekali mengangguk tanda ia mengerti. Namun, keesokan harinya dan hari-hari berikutnya, ia tetap melakukan kesalahan yang sama. Ternyata, teguran atasannya hanya masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Pekerja tersebut tetap bersikap sama dan tidak berubah.

Bacaan Alkitab hari ini bertentangan dengan ilustrasi di atas. Perikop hari ini berbicara tentang pertobatan yang sungguh-sungguh dan sikap yang berusaha untuk berubah. Saya akan bahas secara singkat ya tentang Yosia (bandingkan dengan 2 Raja-raja 22). Yosia menjadi raja Yehuda ketika ia masih sangat muda, yaitu berusia delapan tahun. Pada masa pemerintahannya yang ke delapan belas, Ia melakukan sebuah pembaharuan, yakni merenovasi Bait Allah. Ketika renovasi sedang dilakukan, imam besar Hilkia menemukan sebuah gulungan Kitab. Kitab itu kemudian dibacakan oleh Safan, panitera pada masa pemerintahan Yosia. Gulungan Kitab ini diperkirakan merupakan Kitab Pentateukh (Kejadian-Ulangan) atau hanya Kitab Ulangan saja karena berisi barisan panjang raja-raja yang jahat.





Ketika Yosia mendengar tentang kejahatan raja-raja terdahulunya, ia mengoyakkan pakaiannya dengan hancur hati (2 raja-raja 22:11) Ia merasa sedih, marah dan merasa berdosa. Namun sikapnya tidak hanya sampai disitu. Ia kemudian melakukan perubahan dalam Bait Allah. Ia membuang dan membakar kuda-kuda yang ditaruh para raja-raja Yehuda untuk dewa matahari. Ia merobohkan dan meremukan mezbah-mezbah  yang dibuat oleh kakeknya, Raja Manasye. Ia juga menghancurkan pusat-pusat pemujaan kafir. Bukit Kebusukan (ayat 13) yang dimaksud disini adalah Bukit Zaitun. Disebut busuk karena telah menjadi tempat favorit untuk membangun kuil-kuil kafir yang didirikan oleh Salomo. 

Sikap Yosia tidak hanya berhenti pada “tahu kesalahan dan menyesal”. Ia melakukan bagian terpenting dari pertobatan yaitu berubah. Ia membuang segala hal buruk dalam Bait Alllah dan pembaharuan terjadi ketika Ia melakukannya. Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita berhenti sebatas menyesal dan memohon ampun? Atau maukah kita melakukan perubahan yang selaras dengan kehendak Allah?

Tuhan Yesus Memberkati.

Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

Good and Wrong 2 Raja-Raja 23:17-18 (ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!" (ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang y

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang ,   sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berhar ap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.   Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Copyright: solomnikov Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11 Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit. Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita? 1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang