Skip to main content

Membangkitkan Semangat Melayani Tuhan

Copyright: solomnikov

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. -Roma 12:11

Setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuh dan bosan selama melayani. Saya sendiri melayani anak-anak di gereja dari tahun 2008 artinya sudah 12 tahun. Angka yang terbilang kecil dibandingkan dengan rekan-rekan pelayan saya yang lebih lama melayani dari saya. Saya sendiri mengalami banyak naik turun motivasi, asam manis dari pelayanan itu sendiri. Namun, puji Tuhan hingga saat ini masih memiliki hasrat yang menggebu-gebu untuk melayani anak-anak. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips buat teman-teman yang saat ini merasa jenuh dalam pelayanan dan berusaha untuk bangkit.

Sebelumnya kita akan urai dulu, apa saja sih yang membuat kita jenuh atas pelayanan kita?
1. Bosan akan rutinitas pelayanan, tidak menemukan hal baru. Biasanya dalam pelayanan kita melakukan kegiatan yang itu-itu saja dari tahun ke tahun dengan format yang sama.
2. Malas bangun pagi. Ini benar loh ada yang merasa malas bangun pagi sehingga melewatkan jam pelayanan.
3. Pelayanan bukan lagi prioritas kita. Kita sibuk dengan keluarga, dengan anak, dengan pekerjaan atau bisnis yang sedang kita jalani.
4. Kita sedang berselisih dengan salah satu atau beberapa pelayan sehingga membuat kita malas untuk melayani karena kondisi yang tidak nyaman. Atau tidak menemukan teman yang klop di dalam pelayanan.
5. Judgement dari para petinggi gereja. Segala bentuk pelayanan yang kita lakukan dikritik, tidak dianggap dan akhirnya membuat kita tidak bersemangat dalam melayani.

Ada yang pernah mengalami alasan-alasan di atas? Saya pernah mengalami semuanya. Jadi berikut tips yang dapat saya bagikan untuk dapat kembali bangkit dalam pelayanan.

1. Sadari bahwa kita ini manusia lemah, manusia dari debu yang Tuhan beri kesempatan untuk melayani. Setiap saat Tuhan dapat memanggil kita. Tanyakan pada diri kita hal apa yang sudah kita lakukan bagi-NYA sebagai ungkap syukur kita karena telah memberikan kita kehidupan. Dengan memiliki pola pikir demikian, kita akan termotivasi untuk memberikan hadiah terbaik bagi Tuhan melalui pelayanan kita. Sehingga rasa malas bangun pagi akan berganti menjadi semangat. Minta bantuan orang terdekatmu untuk mengingatkanmu agar giat melayani. Baca buku dan artikel yang membangkitkan semangatmu. Sebaliknya, hindari orang-orang dan aktivitas yang menjauhkanmu dari pelayanan. Ingatlah, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

2. Bangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dengan saat teduh yang rutin dan ikut dalam kegiatan peribadahan. Saya banyak melihat pelayan -termasuk saya dulunya- yang merasa kalau sudah pelayanan pada pagi hari, merasa tidak perlu ikut ibadah dewasa di sore harinya. Kenyataannya adalah bagaimana kita memenuhi orang lain dalam pelayanan kita jika kita sendiri tidak dipenuhi dengan Firman Allah? Ingat kisah Maria dan Marta kan? Beri waktumu untuk duduk mendengarkan-NYA terlebih dahulu sebelum melakukan dan melayani pekerjaan Tuhan. Hidup bergaul dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan akan membuatmu semakin mengasihi-NYA dan ingin melakukan sesuatu bagi-NYA melalui pelayananmu. Kamu akan menerima semangat langsung dari Tuhan.

3. Ketika kamu sibuk, tidak ada salahnya untuk mengurangi kegiatan pelayananmu. Hanya saja komunikasikan dengan anggota pelayan lain dan wadah pelayanmu sehingga mereka tidak menganggapmu sedang kabur dari pelayanan. Dengan mengkomunikasikannya, kamu sudah menunjukan rasa tanggung jawabmu terhadap pelayanan. Sehingga orang lain pun dapat mengambil alih sementara tugas pelayananmu. Tetapkan juga berapa lama kamu akan vakum. Dengan menetapkan waktu vakummu, kamu akan memiliki komitmen untuk kembali. Rekan sepelayananmu pun dapat mengingatkanmu untuk kembali ke pelayanan. Ingatlah pelayanan itu tidak hanya tentang dirimu sendiri, tapi tentang jemaat yang kamu layani dan rekan-rekan pelayanan yang bekerja denganmu. Dalam masa vakum itu, pastikan dirimu mengambil waktu untuk memompa kembali semangatmu. Berhenti sejenak untuk berlari.

4. Ingatlah siapa yang kamu layani, tujuan kamu melayani dan motivasi kamu melayani. Jika kamu melayani manusia, maka omongan orang di sekitar yang menganggap rendah pelayananmu akan langsung membuat semangatmu kendor dalam melayani. Namun, jika kamu kembali mengingat bahwa yang kamu layani adalah Tuhan Yesus, maka hanya DIAlah yang akan memberi buah dalam pelayananmu. Tidak sekarang mungkin, bisa nanti atau puluhan tahun dari sekarang. Jika motivasi kamu hanya uang, pujian dan prestise maka ketika kamu tidak mendapatkan hal itu, kamu tidak lagi bersemangat dan tidak mau melayani. Ketika motivasi kamu melayani hanya karena takut atas paksaan orang lain yang memintamu untuk melayani, maka ketika ada tekanan dalam pelayanan, kamu akan mudah menyerah dan tidak mau berjuang. Jadi, cek motivasimu dengan jujur di hadapan Tuhan dan mohon bantuan-NYA untuk meluruskan motivasi pelayananmu. Jika tujuan melayanimu sudah benar, kamu pasti akan kembali ke pelayanan.

5. Ketika kamu merasa bosan dengan rutinitas pelayanan yang itu-itu saja, belajar dan kreasikan sesuatu hal yang baru. Banyak yang merasa saya tidak kreatif, tidak bisa. Oh No! Itu pandangan yang salah. Kreatif merupakan sesuatu yang bisa dipelajari, tidak datang sendirinya. Saat saya merasa jenuh dengan pelayanan saya, saya bergabung dengan komunitas sekuler tentang dongeng, saya mengikuti pelatihan menulis, dan mencoba art dan craft yang baru. Belajar hal-hal baru yang kira-kira bisa memperkaya kita dalam pelayanan. Bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki semangat melayani.  Setelah belajar banyak dari komunitas, saya mencoba hal baru di pelayanan saya dan hasilnya tidak hanya anak-anak yang menyukainya, tapi saya sendiri merasa senang dan menikmati. Manfaatkan fasilitias internet untuk belajar. Banyak hal baru yang bisa kita pelajari di internet. Pastikan sesuai Alkitab dan bagikan dalam pelayananmu.

Sebagai penutup, saya ingin mengingatkanmu juga mengingatkan diri saya sendiri, bahwa pelayanan itu milik Tuhan. Terkadang, kita kecewa terhadap sekitar kita atau orang-orang yang kita layani, sepertinya tidak berubah. Kita sudah memberikan yang terbaik tapi kita tidak mendapatkan feedback yang baik, peringainya masih buruk. Ingatlah bahwa kita melayani sesuai kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Ketika kita mencoba membangun pelayanan sesuai kehendak kita, kita akan lelah dan mudah kehilangan komitmen pelayanan. Sebaliknya, jika kita melayani sesuai kehendak Tuhan, kita tidak akan terjerembab dalam respon yang salah. Kita tidak akan jadi kecewa dan terluka, namun terus setia dan maju dalam melayani.

Tetap semangat melayani. Ingatlah Tuhan Alllah yang memanggil dan memilihmu akan menguatkanmu juga memperlengkapimu.
Tuhan Yesus Memberkati.

Comments

Popular posts from this blog

Bertindak Benar

Good and Wrong 2 Raja-Raja 23:17-18 (ay 17) Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!" (ay 18) Lalu katanya: "Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!" Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. Bacaan Alkitab hari ini masih berbicara tentang pembaharuan yang dilakukan Raja Yosia. Supaya alur tulisan ini dapat dipahami, silahkan baca dulu renungan hari kemarin yang berjudul “Bertobat dan Berbuah”. Raja Yosia mulai membenahi pemerintahannya dan juga Bait Allah. Ia harus membersihkan Bait Allah dari dewa-dewa asing. Ketika mezbah di Betel yang dibangun oleh Yerobeam dirobohkan, Yosia melihat ada kuburan. Ia kemudian memberikan perintah untuk mengambil tulang-tulang y

Review Buku "Hilang" karya Nawang Nidlo Titisari

Hilang ,   sebuah kekalahan tanpa pemenang merupakan karya besutan Nawang Nidlo Titisari. Buku ini berisi tentang cerita pendek juga puisi yang menggambarkan perasaan seseorang ketika patah hati. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit mediakita ini berjumlah 156 lembar dan bercover hitam, sesuai menggambarkan perasaan seseorang yang merasa gundah dan galau. Ketika membaca buku ini, kamu akan dibawa pada sebuah pengalaman mencintai dengan luka seperti petikan kisahnya pada halaman 26  “pada akhirnya, aku hanyalah seseorang yang berhar ap pada ketidakjelasan. Sebuah impian yang kurangkai pelan-pelan, tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh laki-laki yang belum paham rasanya setia. Kini, laki-laki itu benar-benar pergi,meninggalkan kepiluan yang kuyakin akan membekas selamanya ,di dalam raga yang kini tak berhak apa-apa”.   Bagi kamu yang sedang patah hati, buku ini seperti mewakili setiap perasaanmu. Konon, membaca kisah orang lain seperti membaca kisah sendiri dan memberi sebuah kelegaan